Adab dan Moral

Perbuatan jahat tidak selalu berhubungan langsung dengan tingkat pendidikan seseorang. Jika perbuatan jahat selalu berhubungan langsung dengan tingkat pendidikan seseorang, maka kita menganggap bahwa semua orang miskin yang tidak mampu menempuh pendidikan tinggi maka akan mudah berbuat jahat.

Jika kita masih berpikiran bahwa orang yang tidak mampu akan mudah berbuat jahat maka itu salah. Buktinya banyak koruptor itu yang justru berpendidikan tinggi dan mempunyai harta yang banyak tapi tetap saja berbuat jahat. Semua itu karena kurangnya adab dan moral. Bagaimana dengan agama? Saya rasa banyak juga yang pengetahuan agamanya hebat tapi kerjaanya cuma bisa menghakimi orang lain salah.

Rasanya tidak adil juga kalau harus selalu menilai perbuatan jahat hanya berdasarkan tingkat pendidikannya saja. Kebetulan saja orang Indonesia masih banyak yang belum mampu melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi. Bukan semua orang jahat dan perbuatan jahat bersumber dari orang berpendidikan rendah kan? tidak selalu. Kita harus mulai berpikir bahwa perbuatan jahat itu berseumber dari kurangnya adab dan moral bukan hanya dari rendahnya tingkat pendidikan seseorang. Walau tingkat pendidikan pun menjadi salah satu penyebabnya.

Saya rasa pendidikan di Indonesia mesti dirubah, seharusnya lebih banyak diberikan pendidikan adab dan moral dimana adab dan moral adalah bagian dari agama.

Mungkin tingkat Sekolah Dasar(SD) sampai dengan Sekolah Menengah Pertama(SMP) lebih banyak diberikan pendidikan moral. Ketika pada Sekolah Menengah Atas(SMA/SMK) baru diberikan lebih banyak pengetahuan umum dan lainnya. Saya rasa dengan cara seperti itu maka akan berdampak pada perilaku masyarakat yang lebih bermoral.

Bukankah sebaik-baiknya manusia adalah yang baik adabnya dan lembut perangainya?

Diposting oleh Bayu Handono pada
Label:

0 Komentar

  1. Belum ada komentar.