Bakat Itu Bukan Omong Kosong

Bakat itu bukan omong kosong. Menurut saya, bakat itu bukan omong kosong. Kebanyakan orang bilang bakat itu omong kosong, dengan latihan dan kerja keras maka orang dengan bakat akan kalah dengan orang yang bekerja keras. Saya kurang setuju dengan pendapat orang-orang yang mengatakan bahwa bakat itu cuma omong kosong. Bagaimanapun juga bakat itu adalah anugerah dari Tuhan.

Bakat tidak akan bisa didapat jika bukan karena pemberian Tuhan. Bukan berarti orang yang tidak berbakat tidak diberi anugerah. Hanya saja orang dapat disebut memiliki bakat jika orang tersebut memiliki kemampuan yang tidak dimiliki kebanyakan orang.

Bakat jika tidak dipakai dan dikembangkan akan sama saja bohong, tetapi orang yang tidak memiliki bakat dengan sekeras apapun bekerja keras tetap saja hasilnya tidak akan dapat menyamai dengan hasil dari orang yang berbakat. Itu sih menurut saya. Walaupun begitu tidak mutlak orang berbakat selalu lebih unggul daripada orang tak berbakat.

Orang yang memiliki bakat menggambar mungkin saja dapat dikalahkan oleh orang yang sering latihan menggambar, tapi tidak banyak orang yang tidak memiliki bakat dapat mengungguli orang yang memiliki bakat. Sudah menjadi fakta menurut saya, orang berbakat itu dapat dengan mudah membuat suatu gambar yang bagus tanpa harus berpikir lama dan menghasilkan suatu gambar yang bagus, sedang orang yang tak memiliki bakat menggambar akan sedikit sulit mengimbangi orang yang memiliki bakat menggambar.

Banyak orang yang sejak kecil sering berlatih dan bekerja keras untuk bisa membuat suatu gambar yang bagus namun tetap saja tidak bisa-bisa membuat suatu gambar yang bagus.

Itu juga yang saya rasakan. Saya sering mengikuti orang yang berbakat untuk mendapatkan kemampuan seperti orang yang memiliki bakat. Misal bakat dalam membuatu suatu aplikasi dengan menggunakan kode-kode. Selama bertahun-tahun saya belajar memahami dan mempelajari dunia koding dan aplikasi, tapi sampai sekarang kemampuan saya hanya segitu-segitu saja. Mungkin juga karena kurang keseriusan dan kurang kerja keras juga, tetapi memang begitu faktanya. Yang dapat terlihat jelas adalah bakat dalam menggambar. Betapa keras saya mencoba dan belajar menjadi penggambar, tetap saja gambar saya jelek.

Jadi menurut saya bakat itu suatu anugerah yang harusnya dapat dimanfaatkan dengan baik dan bakat itu bukan omong kosong seperti apa yang dikatakan kebanyakan orang saat ini. Oia ngomong-ngomong saya adalah orang yang tidak memiliki bakat. Entah belum ketemu atau memang saya ini orang yang sama sekali tak memiliki bakat. Kalau belum ketemu, dengan umur yang sudah seperempat abad ini masa sih tidak ada bakat satu pun. Kalau dibilang tidak memiliki bakat, memang ada satu manusia yang tidak diberi kemampuan oleh Tuhan, sedikit saja untuk melakukan sesuatu walaupun itu bukan berupa bakat?

Diposting oleh Bayu Handono pada
Label:

0 Komentar

  1. Belum ada komentar.