Kapitalis, Liberalis, dan Demokrasi

Bagaimana mungkin seorang yang berkata pemerintahan saat ini kapitalis dan liberalis. Menganut sistem barat yang sangat merugikan rakyat kecil. Padahal disaat yang sama mereka yang berkata seperti itu menikmati demokrasi yang dijalankan saat ini.

Mereka selalu menyalahkan pemerintahan saat ini, sambil menikmati demokrasi yang dikatakannya oleh mereka bahwa demokrasi itu sistem yang jelek dan harus diganti dengan sistem baru yang mereka usung. Buat Saya sendiri tidak menjadi permasalahan ketika harus mengikuti pikiran mereka bahwa sistem negara yang sekarang harus diganti dengan sistem baru yang diridhoi Tuhan “katanya”. Saya tidak memungkiri dengan harusnya ditegakkan agama di negeri ini. Namun dengan keadaan yang sudah damai seperti ini rasanya sudah tidak perlu lagi mengganti sistem dengan sistem baru yang menurut Saya nantinya malah akan menimbulkan peselisihan diantara orang yang berbeda pendapat.

Dulu, para pejuang agama Islam menegakkan sistem baru tersebut karena pada zaman dulu masih banyak orang bodoh dan bar-bar yang masih belum mengerti agama. Jadi pantas jika sistem tersebut diterapkan pada zaman itu. Dan memang harus.

Tapi, dengan keadaan yang sudah cukup kondusif di negeri ini rasanya tidak perlu lagi mendirikan sistem baru di sini.

Itu sih pendapat Saya.

Pada zaman kemerdekaan pun memangnya siapa yang berjuang melawan penjajah? tentunya kebanyakan dari para ulama yang menggerakkan para santrinya untuk melawan penjajah. Dengan fakta seperti itu maka apakah mungkin jika ulama-ulama ingin menghancurkan negeri ini dengan menerapkan sistem demokrasi? rasanya tidak.

Justru ulama yang seperti itu yang menjunjung tinggi demokrasilah yang berusaha tetap mempertahankan keutuhan negara ini agar tidak terpecah belah. Lalu bagaimana dengan sebagian kelompok yang kerjaaan teriak-teriak bahwa pemerintah itu di pihak yang jahat? Mereka yang berteriak itu malah menimbulkan kegaduhan saja. Bukannya membantu pemerintah membangun negeri ini.

Saya tidak terlalu menyalahkan mereka yang seperti itu. Memang syariat agama itu harus ditegakkan, tapi harus melihat situasi dan kondisi juga kan? toh masyarakat sudah tidak lagi bodoh. Kritik terhadap pemerintahan itu harus dan bahkan wajib jika pemerintah sudah tidak pada jalan yang benar, tapi kalau sedikit-sedikit pemerintah sudah dikritik, dicecar, dianggap musuh bagaimana mau maju negeri ini. Apa saja kontribusimu untuk negara ini?

Daripada harus selalu mengkritik pemerintah, mending dimulai dari diri sendiri saja dulu. Apakah kita lebih suci dari pemerintah atau belum. Nasehat memang harus diberikan pada yang sedang dalam keadaan salah tapi liat juga bagaimana kita cara menyampaikan kebaikan tersebut dengan cara yang baik dan lembut.

Bukan dengan marah-marah seperti Abu Jahal.

Katanya ingin menegakkan agama, sedangkan perilaku saja tidak mencontoh Nabi. Nabi saja sangat toleran terhadap yang beda keyakinan. Nabi melakukan pendekatan dengan cara yang lembut dan tidak dengan marah-marah dan caci maki.

Semakin kita sering mencaci maki maka kita semakin jauh dari nilai kebenaran itu sendiri. Itu. Dengan membuat situasi menjadi adem dan meredam suasana panas, maka itupun sudah termasuk kebaikan yang pastinya sangat dianjurkan dalam agama.

0 Komentar

  1. Belum ada komentar.