Like dan Sebarkan

Saya sering teringat pada kata-kata seorang seniman dan budayawan yaitu Sujiwo Tejo. Dia berkata bahwa, “Jangan khawatir selama ndasmu masih di kandungan badan.”
M

Jika dipikir memang benar juga perkataan mbah tejo itu. Karena biar bagamanapun juga kita hanya harus menjalani apa yang semestinya dijalani. Adapun jika mendapatkan masalah ya seperti kata Mbah Tejo tadi. Tapi sayangnya kenyataan selalu tak beranding lurus dengan angan-angan. Ya namanya juga angan-angan pasti pengennya dapet yang bagus-bagus saja. Kali ini Saya tidak akan menceritakan tentang kehidupan yang sekarang Saya jalani. Pedih… rasanya kalau harus diceritakan lagi lebay :p

Tentang apa-apa yang sekarang Saya jalani dan kegiatan apa saja yang dilakukan saat ini, Saya rasa tidak perlu lagi diceritakan di sini, tau mungkin nanti saja kapan-kapan kalau lagi kepengen cerita tentang hidup Saya.

Kali ini Saya hanya ingin menulis beberapa quote orang-orang yang menurut hebat. Bukan hebat seperti para motivator, tapi hebat menurut penilaian Saya. :D Banyak sebenarnya kata-kata dari orang bijak yang tentunya dapat menyiram rohani orang-orang. Tapi Saya bosan dengan Quote dan kata-kata yang begitu-begitu saja. Karena menurut Saya terlalu mainstream jika harus mengikuti tokoh-tokoh yang sudah banyak diikuti oleh orang-orang. Hal yang sering orang lakukan jika mendapat tulisan atau quote dari orang terkenal mereka langsung bilang “Like dan Sebarkan”.

Membosankan…

Maka dari itu sekarang-sekarang ini, entah kenapa Saya suka mengikuti tokoh-tokoh postingan-postingan di media sosial dari para tokoh yang mungkin menurut orang kalimat-kalimat yang dilontarkan oleh tokoh tersebut sangat nyeleneh. Salah satunya yaitu Sujiwo Tejo atau biasa disebut Mbah Tejo. Dipanggil Mbah Tejo mungkin karena sudah sepuh sekarang jadi lebih senang dipanggil “Mbah”.

Memang orang-orang Jawa itu banyak yang pintar melucu terlebih orang Jawa Timur, keras dan tegas tapi sering melucu juga. Banyak tokoh bahkan ulama yang menyampaikan dakwahnya dengan cara melucu. Misalnya Alm. Gus dur. Beliau terkadang menyisipkan candaan pada kalimat-kalimat yang beliau lontarkan. Tokoh lainnya seperti Cak nun juga hampir dengan pola yang sama yaitu melontarkan candaan yang disisipi dakwah. Tapi Saya tidak akan membahas sampai sejauh itu. Saya cuman ingin menulis beberapa quote-quote yang Saya suka.

Kadang sering cengar cengir sendiri jika melihat kalimat-kalimat yang mereka sampaikan. Dari beberapa kalimat-kalimat yang Saya suka diantaranya kalimat dari Mbah Tejo seperti:

“Cinta itu tak kenal pengorbanan. Disaat kau mulai merasa berkorban maka seketika cintamu mulai pudar”.
“Jika kegagalan adalah sukses yang tertunda, berarti bisa kita harapkan kebohongan adalah jujur yang tertunda… Mengapa kalian pesimistis?”
“Urakan berbeda dari kurang ajar. Urakan melanggar aturan termasuk aturan berfikir demi mengikuti hati nurani. Kurang ajar melanggar aturan hanya demi melanggar.”
“Lama-lama orang males romantis karena entar disebut galau. Males peduli takut disebut kepo. Males mendetail takut dibilang rempong. Males mengubah-ubah point of view dalam debat takut dibilang labil. Juga, lama-lama generasi mendatang males berpendapat takut dikira curhat.”

Itulah beberapa kalimat-kalimat aneh yang dilontarkan oleh Mbah Tejo.

0 Komentar

  1. Belum ada komentar.