Masa Yang Hilang

Teringat di masa sekitar 10 tahun yang lalu saat itu di waktu seperti ini, Aku sedang bermain kucing-kucingan, bermain petasan, atau kalau sedang berfikiran cerah Aku pergi ke mesjid untuk mengikuti sholat tarawih. Kali ini Aku merasa sangat rindu dengan masa-masa di mana Aku berada pada suasana yang bisa seperti di suatu tempat yang indah di suatu tempat yang mungkin tidak pernah Aku bisa merasakannya lagi yaitu pada masa-masa kecilku. Sekitar 10 tahunan yang lalu di saat seperti ini Aku masih mempunyai banyak teman yang dapat kuajak bermain.

Bermain permainan yang mungkin anak-anak saat ini tidak pernah dan mungkin tidak bisa merasakan permainan tersebut seperti bermain lodong(semacam bambu yang di lubangi dan diisi karbit lalu bisa meledak dan menghasilkan suara yang menggelegar melebihi petasan atuapun mercon biasa). Biasanya permainan itu kami mainkan disaat-saat sebelum berbuka sekitar pukul 4 sampai dengan setengah 6 sore. Kami sering memainkan permainan tersebut di ladang(semacam kebun yang luas) yang memiliki banyak tanaman dan bisa juga tempat tersebut digunakan untuk kami bermain sepak bola.

Di masa-masa itu Aku belum merasakan beban apapun, ya mungkin namanya juga masih kecil belum memiliki tanggungan apa-apa. Malamnya juga kami dahulu sering berkumpul di rumah salah satu teman sebelum pergi untuk sholat tarawih, biasanya sih kami gunakan untuk mengobrol dan jajan cemilan di warung yang kebetulan warung tersebut pun milik teman yang biasa kita kunjungi. Aku sering menginginkan berada lagi di masa-masa itu. Mungkin jika diibaratkan dengan anak-anak masa kini, Akulah anak yang cukup merasakan kebahagiaan dengan permainan-permainan yang kami miliki dahulu.

Oleh sebab itu terkadang Aku sering bertanya kepada temanku saat ini yang sebaya denganku. Aku bertanya kepada dia, pernahkan kamu bermain permainan yang dahulu pada waktu Aku kecil kamu memainkannya juga, seperti bermain kaleci(kelereng), bermain mobil-mobilan kayu, ataupun membeli rujak di tempat orang yang sedang hamil menggunakan alat tukar berupa genting yang dibentuk bulat menyerupai uang. Mungkin kalian juga tidak pernah mengalaminya di mana Aku membeli rujak dengan menggunakan alat tukar berupa uang sungguhan, tetapi menggunakan pecahan genting bekas yang kami bentuk menyerupai uang koin.

Sampai saat ini juga Aku masih tidak percaya, mengapa waktu dahulu ada tradisi semacam itu di mana kami bisa mendapatkan rujak dengan alat tukar berupa genting bekas. Sudah lama juga Aku tidak merasakan pengalaman-pengalaman seperti itu lagi. Saat ini memang sangat berbeda dengan saat-saat dulu, bila waktu dulu Aku sering bermain tamiya di waktu-waktu seperti ini tepatnya di siang hari namun sekarang? Jangankan bermain-main seperti itu, yang ada di saat ini hanyalah memandangi layar tancapku dan menulis celotehan-celotehan untuk disimpan di blog khusus untuk catatan pribadiku.

Tetapi Aku sangat bersyukur biar bagaimanapun juga Aku telah mengalamin dan pernah memiliki masa-masa yang indah diwaktu kecilku itu dan satu hal lagi yang mungkin sampai dengan saat ini Aku masih alami yaitu di mana saat idul fitri sampai dengan saat ini Aku masih sering diberi semacam lembaran alat tukar yang bisa Aku gunakan untuk ditabung ataupun dibelikan sesuatu yang diberi oleh saudara-saudaraku padahal Aku sudah sebesar ini.

Ingin menolaknya tetapi tidak mungkin ada rizki Aku tolak, tetapi jika menerima ya Akupun bingung toh Aku sudah tak pantas diberi tapi sudah harus memberi. Jadi ya ambil kesimpulan sendiri saja yah … Sudah terlalu banyak kegiatan dan kenangan yang dahulu Aku bisa rasakan dan saat ini Aku tidak bisa merasakan kembali hal-hal tersebut. Terkadang Aku sering tertawa sendiri jika membayangkan kelakuan-kelakuanku pada waktu masih kecil. Tapi …

“Semoga disaat-saat ini Aku masih bisa merasakan secercah kebahagiaan yang pernah Aku dapatkan pada saat Aku masih kecil.”
Diposting oleh Bayu Handono pada
Label:

3 Komentar

  1. Kukuh

    hahhha aku juga sangat bersyukur bisa merasakan mainan traditional yang sekarang entah hilang kemana. Maenan semacam itu murah tapi asik, jauh dengan sekarang yang semuanya serba gadget. Anak kecil dimanjakan dengan gadget dan hal itu mengubah cara anak kecil dalam mendapatkan kebahagiaan. Mungkin yang dialami anak kecil jaman sekarang kita anggap tidak bahagia, karena kita merasa lebih bahagia dengan masa kecil jaman kita.
  2. Taufik Nurrohman

    Rindu sama mainan-mainan macem Tamiya, Crush Gear, Beyblade. Sekarang anak-anak sudah hobinya pada suka main tablet. Tablet saja dimainin. Itu kan obat buat diminum??
  3. Bayu Handono

    @Taufik Nurrohman Tamiya, Crush Gear, Beyblade udah pernah ngalami semua :D