Mati Karena Kesepian

Apakah orang bisa mati karena kesepian?

Setidaknya itu yang kerap beberapa kali muncul di pikiran saya. Apakah seseorang yang merasa kesepian itu bisa mati. Dan seberapa besarkah akibat dari kesepiannya seseorang sampai-sampai orang membuat sebuah kalimat bahwa, “orang bisa mati karena kesepian”. Jika seperti itu lantas kenapa cukup banyak orang yang berkata bahwa, “lebih baik sendiri dari pada menyakiti orang lain dan disakiti orang lain”. Jika dipikirkan lagi memang cukup benar dengan sendiri, tepatnya dengan tidak mempunyai pasangan kita tidak akan menyakiti dan merasakan disakiti oleh orang (pasangan) kita.

Pada kenyataanya orang akan merasakan sakit jika sendirian saja dalam hidupnya, mungkin bisa sampai menyebabkan gila, depresi, frustasi sampai akhirnya mati. Kesepian dapat menyebabkan kematian memang benar tapi dengan hal-hal seperti yang tadi. Mungkin sudah fitrahnya manusia ditakdirkan untuk hidup berasama tepatnya mempunyai seorang pasangan. Lantas bagaimana dengan orang yang tidak ingin mempunyai pasangan. Yang ingin menjalani hidupnya sendirian saja, bahkan ada yang sampai tidak percaya pada sebuah ikatan pernikahan. Saya rasa itu hak masing-masing orang. Tidak mengelakan fakta bahwa orang yang berkata, “lebih baik sendiri daripada menyakiti dan disakiti” juga membuktikan bahwa sesungguhnya dia pernah dikecewakan oleh seseorang. Toh perkataan tersebut dapat ia cabut kembali sewaktu waktu.

Jika disandangkan dengan usia saya yang saya rasa sudah cukup pantas untuk membicarakan cinta mestinya saya sudah tidak malu lagi untuk berbicara tentang hal tersebut. Tapi saya rasa saya sudah tidak cukup percaya lagi dengan orang-orang untuk bercerita tentang kehidupan saya, terutama mengenai persoalan percintaan. Toh ujung-ujugnya mereka tidak perduli mengenai kehidupan saya, mengenai apa-apa saja yang telah saya ceritakan terhadap mereka. Mereka hanya penasaran saja. Itu saja.

Itulah sebabnya saya lebih percaya untuk bercerita mengenai kehidupan saya di jurnal ini. Sebab yang mengenal saya tidak akan banyak tahu mengenai jurnal ini, hanya orang-orang yang tidak saya kenal yang mengetahui tulisan-tulisan semacam ini. Kalaupun ada mereka akan menanggapi tulisan-tulisan yang saya tulisan di sini sebagai bahan bercandaan.

D

Oia, jika teori bahwa kesepian itu bisa menyebabkan kematian, mungkin saya sudah mati sejak lama. Lama sekali.

Disamping banyak juga orang-orang yang mengalami nasib hampir sama seperti saya. Kesepian. Kesepian bukan hanya mengenai menemukan pasangan, tapi jauh dari orang-orang pun itu sudah bisa disebut kesepian. Terlebih lagi untuk orang-orang seperti saya. Introvert. Seorang introvert sebenarnya sama seperti orang-orang pada umumnya. Namun introvert biasanya senang dengan kesendirian, senang di tempat-tempat sepi, sangat melelahkan jika harus berhadapan dengan orang banyak, bahkan dengan orang-orang yang sudah saya kenal sekali pun. Malah lebih baik di situasi tertentu, lebih baik berjumpa dengan orang-orang yang tidak saya kenal karena saya dapat dengan leluasa bertindak tanpa harus merasa diawasi.

Akan saya ungkapkan sebuah kalimat bahwa, “Seorang introvert hanya akan mampu dimengerti oleh sesama introvert. Seorang ekstrovert tidak akan mampu memahami cara kerja dan cara pikir seorang introvert. Sampai kapanpun!!”

Kadang saya sangat penasaran dengan orang yang tidak percaya akan hubungan(pernikahan). Apakah sesakit itu sampai-sampai tidak percaya dengan suatu pernikahan. Kadang saya sendiri merasa takut untuk menjalin sebuah hubungan(berpacaran). Takut disakiti, lalu mati.

Mungkin seperti itu. Bukan kesepian yang bisa membuat orang mati tetapi akibat dari kesepianlah yang bisa membuat orang sedih, sakit, frustasi, depresi, delusi sampai-sampai melakukan tindakan-tindakan yang mengakibatkan pada sebuah kematian. Mungkin lebih tepatnya mati dalam kesepian(mati dalam keadaan sepi).

Sebagai seorang introvert saya menemukan beberapa orang seperti saya, bahkan mengenai cinta. Seakan akan introvert itu adalah kutukan. Setiap saya menemui orang introvert, nasibnya miris seperti saya. Apa sih salahnya orang introvert? Kenapa introvert selalu jadi korban? Oia, saya menghubungkan kesepian dengan introvert karena introvert itu identik dengan kesepian dan kesendirian.

Mungkin kalimat, “Lebih baik sendiri, daripada menyakiti orang lain dan disakiti orang lain”. Kalimat itu dapat sedikit menenangkan orang-orang yang tidak lagi percaya akan suatu hubungan. Terakhir bahwa, orang tidak akan mati karena kesepian karena orang kesepian itu sudah mati sejak lama.

0 Komentar

  1. Belum ada komentar.