Sakit Jiwa

Jika diibaratkan, Saya ini sudah memasuki sakit jiwa tingkat tinggi. Dengan keseharian yang seperti ini, mungkin pikiranku sudah tidak dapat lagi dipakai dengan normal. Saya berfikir akhir-akhir ini Saya sudah merasa seperti pasien sakit jiwa. Itu dikarenakan tekanan hidup yang Saya alami saat ini. Akibat dari tekanan hidup yang terus menerus maka seseorang dapat mengalami sakit jiwa. Akhir-akhir ini yang ada di pikiran Saya hanya menghayal tanpa melakukan sesuatu. Mungkin yang Saya alami saat ini sudah pada tahap ilusi di mana yang selalu ada di pikiran Saya hanya lamunan dan hayalan. Dengan tekanan yang Saya alami saat ini yang ada di pikiran hanya ingin minggat saja, jauh dari keadaan saat ini.

Mungkin itu satu-satunya cara agar Saya dapat terlepas dari keadaan saat ini. Semua orang punya tingkatan privasi masing-masing. Saya belum dapat menceritakan kisah hidup Saya yang menyedihkan kepada orang lain saat ini, mungkin suatu saat nanti Saya dapat menceritakan secara gamblang kisah kehidupan yang sangat pedih ini.

O

Menangis

Salah satu cara Saya untuk meredeam kekejaman hidup ini salah satunya dengan menangis sendirian di tempat yang sepi. Mungkin saja Saya bisa pergi ke tempat yang sama sekali tidak ada orang satupun hanya untuk menangis. Cengeng? Menurutku itu sesuatu yang manusiawi. Dengan seperti itu maka rasa manusiawi dari seseorang akan terasah dan dapat lebih mudah berempati pada orang lain. Memang dengan tingkat kesensitifan Saya terhadap perasaan, apakah itu perasaan senang, marah, cinta ataupun benci, Saya sangat mudah merasakan apa yang orang lain rasakan. Mungkin menurut orang lain itu sifat yang buruk mungkin juga hina!! Tapi dengan seperti itulah maka nurani manusia dapat digunakan.

Minggat

Dengan cara “minggat” ke suatu tempat lain asalkan jangan di dekat dengan lingkungan ini, Saya dapat sejenak keluar dari semua permasalahan yang memuakkan ini. Jujur Saya sudah bosan sekali dengan keaadan seperti ini. Saya bosan dengan semua orang-orang terdekat Saya, Saya bosan dengan semua teman-temanku, Saya bosan dengan diri Saya sendiri. Saya tidak lagi ingin menjadi diri sendiri lagi. Saya ingin minggat, atau “mati” saja . Kamu yang membaca tulisan ini mungkin akan tertawa-tawa mendengar alangkah lucunya semua cerita-cerita ini. Tapi ini kisah nyata, kisah pedihnya hidup Saya. Dengan adanya tulisan ini, Saya tidak mengharapkan simpati apapun dari kalian. Saya ingin sendirian saja sampai Saya benar-benar tidak ada lagi di kehidupan ini.

18 Mei 2016

1 Komentar

  1. Gita

    apa benar sakit jiwa juga ada yang disebabkan oleh ilmu sihir?