Sepatuku

Sepatu

Sudah berapa lama yah Aku memakai sepatu yang sebenarnya masih layak untuk dikenakan namun di bagian bawah sepatu yang sampai saat ini masih Aku gunakan sudah bolong di bagian bawahnya. Kalau di ingat-ingat kembali mungkin sudah ada sekitar 4 tahun lebih Aku masih tetap menggunakan sepatu ini. Mestinya sih sudah harus diganti dengan yang baru dan tidak mempertahankan sepatu yang saat ini masih kugunakan. Aku masih tetap mempertahankan sepatuku ini karena bukan tidak memiliki alasan, tetapi Aku ini orangnya jika sudah memiliki suatu barang khususnya barang yang sering dipakai sehari-hari agak sedikit sulit bila harus menggantinya dengan barang yang baru, mungkin karena sudah terbiasa dan nyaman dengan barang yang biasa dipakai.

Meskipun begitu bukan berarti Aku tidak menyukai barang yang baru tetapi mungkin sudah terbiasa dengan barang yang sering digunakan sehingga Aku malas menggantinya. Bahkan ada beberapa temanku yang sempat melihat sepatuku yang sudah bolong itu. Lalu ia pun berkata,

“bay di rumahku ada banyak sepatu, jika mau pakailah salah satu sepatuku.”

Aku hanya diam saja tidak menjawabnya.

Mungkin temanku itu merasa berempati terhadapku dengan sepatu yang Aku gunakan. Bukan maksud menolak tawaran teman untuk memakai sepatunya namun sebenarnya Aku bisa saja membeli sepatu baru lalu membuang begitu saja sepatu bolongku.

Selain itu Aku ini orangnya sangat penuh pertimbangan jika ingin membeli sesuatu barang yang baru apalagi pakaian yang sering Aku gunakan sehari-hari. Kalau kalian ingin tahu, Aku ini orangnya simpel dalam berpenampilan karena Aku orangnya tidak mau diribetkan oleh penampilan. Contohnya saja, dari semenjak kecil Aku tidak pernah menggunakan jam tangan karena menurutku jika mengggunakan jam tangan itu serasa ada yang menempel-nempel seperti upil lengket di tangan. Dan lagi Aku sering meras aneh jika melihat beberapa temanku yang memakai gelang-gelangan khususnya lelaki, kalau perempuan sih tidak masalah. Terkadang dalam hati bertanya-tanya, apakah mereka tidak merasa terganggu yah dengan jam tangan ataupun gelang yang dikenakan pada lengannya?

Kembali lagi ke masalah sepatuku, jika diingat-ingat lagi Aku sudah menggunakan sepatuku bututku ini selama kurang lebih 4 tahun-an. Cukup lama juga yah, ya wajar saja kalau sepatuku ini sudah bolong. Inginnya sih membeli yang baru namun Aku ini orangnya sangat pemilih jika menggunakan sesusatu terutama sepatu. Aku punya sepatu satu lagi sih tetapi kurang merasa cocok dan akhirnya hanya jadi bahan timbunan saja. Maka dari itu aku agak sedikit malas jika membeli sepatu, bukannya tidak mampu untuk membeli sepatu yang layak pakai namun ya seperti itu yang Aku khawatirkan Aku salah membeli dan merasa tidak cocok dengan sepatu yang Aku beli.

Namun Aku rasa saat ini sudah waktunya Aku harus mulai sedikit-sedikit mengumpulkan uang untuk membeli sepatu yang baru agar yah setidaknya jika Aku sedang mengendarai motor kakiku agak enakan dan kakiku tidak terasa menyentuh aspal. Dan juga jika sedang hujan airnya tidak terlalu merembes ke dalam.

“Yah walaupun Aku barang yang baru tidak akan pernah senyaman barang yang baru.”

Yang pasti Aku ini orangnya suka dengan warna hitam, mulai dari baju, jaket, kaos, kemeja, handphone, bahkan sampai sepatu pun Aku selalu membeli yang berwarna hitam.

Entah kenapa, padahal katanya orang yang sering menggunakan pakaian warna hitam itu susah membaur dengan lingkungan dan orang-orang sekitar tetapi memang ada sedikit benarnya juga sih, Aku orangnya agak sedikit susah dan lama untuk membaur dengan lingkungan dan orang-orangnya. Rencananya juga jika suatu saat nanti Aku membeli sepatu kemungkinan besar Aku akan kembali memilih warna hitam. Kalau bisa sih yang warna hitamnya full hampir 100%.

Diposting oleh Bayu Handono pada
Label:

0 Komentar

  1. Belum ada komentar.