Sombong?

Saya sombong? Tidak, Saya tidak sombong. Kapan Saya sombong? Saya hanya jarang senyum, Saya jarang menyapa sebelum disapa terlebih dulu. Saya orangnya pasif tidak mendominasi dalam hal hubungan pertemanan dan dalam percakapan. Saya tidak akan ngobrol bermenit-menit walau itu dengan sahabat Saya sendiri kalau tidak ada topik yang bisa dibicarakan. Saya lebih senang mereka terlebih dulu yang membuka sebuah pembicaraan. Saya lebih senang mendengarkan orang lain mendongeng dan berbicara dibanding Saya berbicara dengan mereka jika memang tidak ada yang penting untuk dibicarakan.

Saya jarang memperhatikan wajah orang dengan seksama. Itu juga yang menyebabkan Saya susah mengingat wajah orang apalagi dengan orang yang baru Saya kenal. Harus dengan beberapa kali interaksi untuk mengenal wajah seseorang dengan baik. Mungkin itu yang menyebabkan mereka menyebut Saya ini orang yang sombong. Menurut Saya mereka harus belajar lagi dan mempelajari karakter-karakter orang itu memang berbeda-beda dan juga banyak yang aneh yang tidak umum seperti Saya dengan banyak membaca. Sekarang internet sudah cukup mudah diakses bukan? memudahkan untuk kita membaca hal-hal yang perlu diketahui. Jadi tidak mudah menilai seseorang dengan penilaian “menurut Saya atau menurut kita” saja tapi juga melihat seseorang dengan ilmu yang kita tahu.

Apa Yang Bisa Saya Sombongkan?

Kalaupun mau menjadi sombong, memang apa yang bisa Saya sombongkan? Harta tidak punya, pasangan belum ada, tujuan hidup pun belum jelas. Apa yang bisa Saya sombongkan? Saya tidak punya apa-apa untuk bisa disombongkan. Mungkin Tuhan Maha Mengetahui, jika Saya diberi harta banyak diberi kebahagiaan, diberi semua yang Saya mau mungkin Saya akan menjadi orang yang sombong. Saya sadar dengan hal itu. Jika sudah begini Saya cuma bisa pasrah saja membiarkan mereka dengan penilaian mereka pada Saya. Membiarkan Saya menjadi diri Saya sendiri, tidak bergantung dengan penilaian orang lain pada Saya.

Akhir-akhir ini Saya memutus kontak dengan orang-orang terdekat Saya walau tidak benar-benar memutus silaturrahim. Hanya saja sekarang Saya lebih banyak sendiri dan lebih banyak merenung apa-apa saja yang telah Saya perbuat sampai dengan saat ini. Ada alasannya, tapi belum bisa Saya katakan di sini. Mungkin hal itu yang menjadikan mereka berkata bahwa Saya ini sekarang menjadi manusia sombong. Biarkan Saya seperti ini dulu, Saya akan muncul ke permukaan dan menjadi normal kembali jika Saya telah memperbaiki semuanya. Memperbaiki semua yang telah rusak. Semua yang telah (Saya) rusak.

Dengan lebih banyak merenung seperti ini, Saya menjadi banyak mengerti. Saya jadi tidak terlalu gampang menilai orang lain salah. Saya pikir orang berbuat sesuatu karena mereka sedang berpikir bahwa apa yang mereka lakukan itu adalah atas dasar keyakinan mereka bukan hanya pada keinginannya saja. Begitu juga dengan Saya. Saya berbuat seperti ini atas dasar keyakinan Saya pada apa yang Saya lakukan. Kalau sudah tidak yakin pada apa-apa yang kita lakukan lalu bagaimana jadinya. Seperti kita menjalankan beribadah, jika kita beribadah tapi kita tidak yakin dengan apa yang kita lakukan dalam ibadah tersebut maka akan percuma juga apa yang kita lakukan. Kemurnian ibadah dan perbuatan seseorang dapat dilihat dari niat dan keyakinanya akan perbuatan yang dilakukannya tersebut.

Ikhlas

Inti dari semua kehidupan ini adalah menjadi manusia redho alias ikhlas. Saya harus ihklas menerima semua yang terjadi pada hidup Saya, semua penilaian mereka dan kamu atas diri Saya. Walau sulit juga untuk mencapai kata ikhlas. Pasrah, ikhlas, sabar, syukur semacam itulah…

Sampai sekarang Saya masih kesulitan untuk mengikhlaskan semua yang terjadi pada diri Saya. Saya masih sering membanding-bandingkan nasib Saya dengan nasib orang lain yang lebih beruntung dibandingkan Saya. Kacau yah Saya. Semoga tulisan ini dapat membantah tuduhan kamu, kalian dan mereka, bahwa Saya ini manusia yang sombong yang tidak butuh orang lain.

Minggu, 18 Juni 2017

Diposting oleh Bayu Handono pada
Label:

1 Komentar

  1. Taufik Nurrohman

    Apa yang bisa Saya sombongkan?